Kenapa Bad Boys Tak Pernah Jomblo?

Saya cukup sering ‘ditembak’ dengan pertanyaan memusingkan ini: Cari pacar yang seperti apa sih?

Celaka dua belas!

Siapapun yang membaca ini pasti juga pernah mendapat ‘jackpot’ serupa. Iya kan?

Dulu, biar kelihatan nggak tertarik (dan tentu saja memaksa si penanya untuk berhenti dari upaya mencecar lebih panjang), saya jawab asal saja. “Ah, yang penting baik.”

Jawaban kuno itu sebetulnya nggak salah juga, sih. Siapa yang mau pacaran sama psikopat?

Nah, kabar buruknya (atau justru kabar gembira?), baik saja ternyata tidak cukup.

Berapa sering kita mendengar kawan yang ‘karam’ hubungannya karena merasa pasangannya ‘terlalu baik’?

Bersiaplah untuk saling membesarkan hati. Studi menunjukkan, sebagian perempuan memang lebih mudah tergila-gila pada laki-laki yang play hard to get, the jerk we simply call bad boys!

Bagaimana bisa?

Kajian psychological science yang dilakukan oleh peneliti dari University of Virginia and Harvard baru-baru ini mengungkapkan, perempuan cenderung lebih mudah jatuh hati pada laki-laki yang berlagak cuek ketimbang laki-laki yang terang-terangan menggoda atau menunjukkan rasa suka.

Rupanya, ada semacam ‘gairah’ lebih ketika kita terjebak dalam ketidakpastian. Saat tahu pasti bahwa sesuatu akan terjadi, kita akan mulai melakukan adaptasi: membuat rencana, mengambil ancang-ancang, dan sebagainya. ‘Persiapan’ semacam inilah yang membuat segalanya menjadi less thrilling. Kehilangan sensasi. Sebaliknya, saat tidak merasa yakin, kita akan sulit memikirkan hal lain sehingga seluruh perhatian jadi tercurah pada ketidakpastian itu. Masih ingat bagaimana rasanya menanti kejutan kan?

Hasil tersebut langsung menggoncang teori reciprocity principle, yang menyatakan bahwa kita cenderung menyukai orang-orang yang juga menyukai kita, atau setidaknya kita anggap menyukai kita.

Karena itu, untuk menguji bahwa teori ketidakpastian benar-benar berlaku dalam romantic attraction, psikolog Erin Whitchurch, Timothy Wilson, dan Daniel Gilbert melakukan eksperimen sederhana yang melibatkan 47 mahasiswi dari University of Virginia. Kepada mereka disampaikan, eksperimen bertujuan untuk mencari tahu apakah situs jejaring sosial populer Facebook termasuk dating site yang efektif.

Para peneliti itu juga memberi tahu (lebih tepatnya membohongi) seluruh partisipan bahwa sejumlah mahasiswa dari University of Michigan dan UCLA telah melihat profil Facebook mereka. Kemudian, dari seluruh profil Facebook mahasiswa (fiksi) itu, masing-masing partisipan diminta untuk melihat empat saja. Setelah itu, partisipan dibagi secara acak ke dalam empat kelompok.

Pada kelompok pertama, partisipan diberitahu bahwa keempat mahasiswa yang mereka lihat profilnya mengaku sangat menyukai mereka. Kepada kelompok kedua, disampaikan bahwa keempat mahasiswanya merasa biasa saja. Sementara itu, partisipan kelompok ketiga diberitahu bahwa dari keempat mahasiswa tersebut ada yang sangat menyukai mereka dan ada pula yang biasa saja.

Selanjutnya, semua partisipan diminta untuk memberi nilai sejauh mana mereka menyukai keempat mahasiswa yang profilnya mereka lihat tadi. Ternyata, hasilnya memang meneguhkan reciprocity principle. Partisipan di kelompok kedua memberikan nilai yang lebih rendah dibandingkan partisipan kelompok pertama. Tetapi, hasil mengejutkan ditunjukkan oleh kelompok ketiga, kelompok yang dimaksudkan sebagai kelompok ketidakpastian. Dibandingkan kelompok pertama dan kedua, partisipan kelompok ‘penasaran’ ini justru menunjukkan ketertarikan paling tinggi!

Bagi siapapun yang merasa masuk dalam kategori nice guy, kabar buruk lainnya datang dari data-data fisiologis yang rupanya juga memutuskan bersepakat untuk memihak kubu bad boys.

Menurut Patrick Wanis yang merupakan human behaviour expert, ketertarikan perempuan pada kaum bad boys sebetulnya, tanpa disadari, berkaitan pula dengan hormon dalam tubuh.

Studi fisiologis mengungkapkan, perempuan sangat mudah tertarik pada laki-laki yang percaya diri dan berani – dan ya, dua karakter itu berkaitan sangat erat dengan persepsi soal maskulinitas; asertif, enerjik, berstamina, kuat. Laki-laki semacam ini membuat perempuan merasa lebih aman, karena laki-laki dengan karakter itu biasanya juga doyan berkompetisi plus berambisi – perilaku-perilaku yang cenderung didorong oleh hormon dalam tubuh bernama testosteron.

Rasa aman itulah yang dirasa ‘seksi’ oleh kaum perempuan. Laki-laki yang dapat memberikan pengalaman seperti itu dianggap better protector dan dengan demikian dapat memberikan keturunan yang (dipercaya) lebih sehat.

Meski hasil-hasil penelitian di atas boleh jadi tak banyak disadari oleh perempuan, para die-hard fans cowok-cowok rebel pasti menyadari ini: bad boys is way more challenging than nice guys. Ketika berhadapan dengan si bandel, muncul naluri untuk mengubah dan menjinakkan mereka – to tame the wild. Karena itu, laki-laki yang ‘too polite’ dianggap membosankan. Too easy to get, sehingga tak ada rasa bangga saat berhasil mendapatkannya. Some women are bored with a guy who is always asking how they feel and trying to please them in everything he does. Those women will soon be looking for a guy who’s going to stand his ground. Perempuan mana yang tak bakal merasa spesial ketika makhluk liar nan berbahaya itu berhasil dibuat bertekuk lutut?

Sayangnya, kebanyakan laki-laki justru berpikir sebaliknya. Studi menunjukkan bahwa laki-laki akan sangat mudah dibuat jatuh hati oleh perempuan yang tersenyum, simbol atas accessibility, availability, dan submission!

Duh, kalian para laki-laki sungguh membuat saya iri! =))

Referensi:

http://patrickwanis.com/blog/scientific-psychological-reasons-women-love-bad-boys/

http://patrickwanis.com/blog/why-women-love-bad-boys/

http://www.askmen.com/dating/curtsmith/getiton15.html

http://www.healthguidance.org/entry/12577/1/The-Shocking-Reasons-Why-Women-Love-Bad-Boys.html

http://articles.timesofindia.indiatimes.com/2011-06-30/man-woman/29717657_1_bad-boys-masculinity-traits

http://www.femalefirst.co.uk/relationships/why-women-love-bad-boys-284942.html

http://healthland.time.com/2011/02/10/facebook-and-love-why-women-are-attracted-to-guys-who-play-hard-to-get/