Spa Murah (Meriah?) ala Inan Salon

20140629-140133.jpg

Awal nyobain spa Inan Salon & Spa, alasannya simpel: deket (banget!) sama tempat kos dan kantor lama di daerah Harsono RM, Jakarta Selatan. Sama kantor saya itu, boleh dibilang tetanggaan tiga blok aja malah. Jadi, harap maklum kalau habis makan siang tiba-tiba saya raib di kantor, lalu muncul lagi dengan kondisi sudah harum rempah-rempah..😉

Hilangnya sih nggak lama, paling banter dua jam. Atau kadang cuma sejam kalau lagi pengen waxing aja. Eh maaf, kelakuan ini diwariskan secara turun-menurun kok.. Temen-temen sekantor pun dulu kalo lagi pusing dikejar deadline, suka cabut nyalon ke sana. Numpang keramas, dipijit, dan maskeran, terus balik-balik kantor, rambut udah hits hasil di-blow.. tapi tetep aja diomel-omelin klien karena telpon berjam-jam nggak diangkat huehe.. *pengakuan dosa anak ahensi

Sebetulnya kalau lagi sibuk, kami ini tahu diri dan baru kabur selewat jam 5 sore *tepuk dada pasang kacamata hitam. Tenggo, langsung melipir ke sana. Cuma nggak enaknya, Inan Salon ini jam 8 malam udah tutup, jadi kalau ambil treatment jam 6 ke atas biasanya servis udah nggak asik. Mungkin karena terapis-terapisnya udah capek ya ngurut-ngurut orang seharian, secara salon ini ramenya agak nggak mengenal hari. Alhasil, pelayanan mepet jam tutup menurut saya makin nggak maksimal. Pernah sekali pulang ngantor ke sana, complimentary jahe drink-nya udah habis.

Selain lokasinya, yang bikin lengket sama salon satu ini adalah harganya. Super bersahabat! Paket sauna, massage, scrub, dan body mask start from Rp 95 ribu aja untuk 95 menit. Aduh maaak, di Surabaya aja, untuk level kualitas yang sama, belum tentu bisa nemu paketan spa harga segitu! Pantesan setiap habis nyepa di sana, tidurnya bisa enaaak banget nggak kepikiran apa-apa. Hehehe..

Saya sendiri setiap nyepa, jarang sekali mengejar kenikmatan massage-nya. Beda dari kebanyakan orang yang nyepa lantaran pengen nyobain rasa pijatannya, mulai dari spa di hotel bintang lima sampai spa yang biasa-biasa aja, saya ini justru nyari mbak-mbak terapis yang dedicated *tsaah* saat melakukan scurubbing. Telaten nyecrub sampai ke seluruh bagian tubuh termasuk sela-selanya, biar kotoran di badan ngeletek semua *mentalitas jarang mandi. Iya, badan saya memang banci banget untuk urusan pijat-memijat. Dipijit kenceng dikit, langsung merah-merah dan malah sakit semua rasanya. Cukup dielus tipis-tipis pakai minyak zaitun lalu mandi air hangat, justru langsung enteng dan enakan. Karena itu, mohon maafkan jika saya nggak membahas panjang-lebar soal pijatan ya..

Begitu akan membuka pintu low-cost salon ini, kita langsung disambut dengan tulisan “Pria dilarang masuk”. Yes, Inan adalah salah satu chain salon khusus perempuan. Makin happy! Saya sebut chain, selain biar kita berasa lagi ngomongin hotel-hotel kece hehe, juga karena Inan sudah punya sejumlah cabang di Jakarta. Yang jadi langganan saya di Harsono RM ini, model salonnya rumahan banget. Seperti rumah yang difungsikan menjadi salon tanpa banyak pemugaran. Cabang-cabang lainnya seperti apa, semoga bisa singgah ke sana dalam waktu dekat..🙂

Bangunan dua lantai ini menyulap ruang tamunya menjadi ruang tunggu pelanggan. Selesai daftar di resepsionis (sebetulnya sih hanya seorang mbak yang duduk di balik meja merangkap kasir), pasti ngantri! Mulai dari anak kuliahan, mbak-mbak kantoran, sampai ibu-ibu. Kalau pas weekend, biasanya nunggu satu jam karena meski rame, Inan juga punya ‘bilik spa’ (sebab terlalu kecil untuk disebut kamar) yang cukup banyak.

Well, as you might already assume from the very beginning, this is not place where you will get a spa treatment with puteri keraton style. Di Inan, yang saya sebut sebagai bilik spa tadi adalah satu ruangan yang disekat-sekat menjadi beberapa ruangan kecil. Karena kecil, kita bisa tuh rumpi-rumpi sama mbak yang ada di bilik tetangga hehe.. Pernah juga nih saya dapat ruangan spa yang lebih sederhana karena cuma ambil treatment mandi susu (sama dengan paket Keraton Spa seharga 95 ribu tapi tanpa sauna, harganya 65 ribu). Bentuknya cuma kasur dijejer-jejer di lantai dan disekat pakai tirai.. :)))

Habis sauna (saunanya beneran sauna, duduk di sauna room yang meski kecil tapi menurut saya lumayan proper, jadi bukan pakai portable steam), treatment selanjutnya adalah body massage, body scrub, lalu terakhir body mask. Oh iya, Inan tidak menyediakan free disposable panty ya. Kalau mau, beli seharga Rp 5 ribu. Kalau nggak, ya telanjang bulat aja hehe.. Soal pijatan, saya nggak berani komentar. Sementara untuk scrubbing-nya, antara satu terapis dan terapis lain nggak konsisten. Pernah dapat terapis yang nyecrub nya rajin banget, tapi pernah juga dapat yang asal gosok aja. Yah, ini sih common problem di banyak tempat spa ya.. quality control standard.

Di Inan, jangan juga banyak berharap bisa menemukan suasana khas spa yang rileks.. mbak-mbak terapisnya suka berisik. Tempatnya, meski bersih, memang serba minimalis dempet-dempetan sih ya. Jadi apa aja suka kedengeran. Huehe.. Kalau lagi dipijat pun, masih suka ditanya-tanya, “Nggak mau waxing sekalian, Mba? Nggak mau nyoba treatment lainnya?”😀

Soal hair treatment Inan, saya cuma pernah potong rambut sekali di situ. Tapi ya biasa aja, selain karena rambut saya memang nggak pernah dibikin model aneh-aneh. Waktu itu, saya dapat kapster ibu-ibu yang lumayan sepuh (berumur). Ketika sedang menggunting rambut, saya perhatikan tangannya sudah sedikit keriput. Mungkin menjelang kepala 5.. Duh, beneran deh, jadi berasa dipotong sama ibu sendiri. Baru kali itu dapat kapster yang bikin ‘mata panas’ karena keingat gimana dulu suka disisirin sama mama sebelum berangkat sekolah atau habis mandi sore.. *sensitivitas anak rantau :’)

Nah, jadi meski body and hair treatment di Inan cukup lengkap, secara keseluruhan pelayanannya ya gitu deh.. Biasa aja. Low cost, low quality. Kalau mau yang ala-ala puteri keraton, cari yang lain aja deh. Yang memang menyediakan private room, no shared bathroom, ruangan harum aromaterapi, musik gamelan menenangkan.. For me personally, those are exactly what you buy when you pay more. You buy ambience, amenities, fancy furniture, a dazzling interior design, and even more smile. If you are lucky, you’ll probably get that hard-to-find therapist with those magical hands.. Tapi kalau nggak ngerasa butuh-butuh amat, pay a visit to this kind of place is quite okay..

And by the way, there is one IMPORTANT reason why Inan Harsono RM is worth a stop by. Depot masakan Jawa di sebelahnya enak bangeet! Hahaha.. Rawon, gudeg, pecel, tempe dan tahu bacemnya.. Cocok banget sama lidah saya yang setelan Jawa Tengah-Surabaya ini! Wuenak tenan deh. Jadi kalaupun nggak sempat ketiduran di salon lantaran berisik atau pijatannya kurang sip, bisa kok ketiduran di rumah karena kekenyangan..😉

Inan Salon & Spa
Jl. RM Harsono 25 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan
Mon – Fri: 8:30 am-8:00 pm
Sat – Sun: 7:30 am-7:00 pm
Body treatment: IDR 60-150K
Parking space: yes
Membercard: no